Sunday, March 10, 2013

Tangisan Menjelang Fajar


Pagi-pagi buta kulirik kasur, Rayyan tidur dengan gelisah, nafasnya seperti mau menangis. Lalu kudekati, dia menangis tersedu sambil berkata.. "Abi..maafin Rayyan tadi malam..", air matanya meleleh ke atas kasur... Aku kaget.

Tadi malam, ceritanya dia mau nonton Barney di komputer, karena waktunya tidur, dia kubujuk untuk tidur, tapi dia marah dan mencakar tanganku sekuat tenaganya. Walaupun sekuat tenaga, tapi dia hanya anak-anak, sakitnya tak seberapa kurasa. Tapi aku agak over acting, kututup mukaku dengan bantal seolah kesakitan. Cukup lama, hingga terdengar tangisannya. Dengan muka yang masih tertutup bantal, tangannya kupegang lembut, nangisnya malah tambah keras dan tersedu. Aku merasa bersalah membuat karena dia merasa sangat sangat bersalah. Lalu kucoba mencairkan suasana, kuajak cuci kaki, kubilang bahwa aku tidak marah, kubuatkan susu. Dia diam, tapi hingga tidur tampaknya masih dalam perenungan mendalam..

Aku memang orangtua yang masih perlu banyak belajar..mohon bimbinganMu ya Allah..

No comments:

Post a Comment